Sunday, November 16, 2008

Teliti Sebelum Membeli Sosis dan Nugget

Sosis, kornet, dan nugget biasanya selalu ada dalam daftar belanjaan keluarga. Disukai oleh yang tua, dewasa, dan anak-anak. Sosis tersebut dapat dimakan sebagai snack. Mengingat kandungan lemak sosis yang cukup tinggi, konsumsi sosis hendaknya memperhatikan faktor-faktor kolesterol dan penyebab obesitas.

Kornet kalengan dapat disimpan pada suhu kamar dengan masa simpan sekitar 2 tahun. Suhu yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kerusakan citarasa, warna, tekstur, dan vitamin, akibat terjadinya reaksi-reaksi kimia. Secara umum, ciri-ciri kornet yang tidak layak dimakan adalah : cita-rasa asam, bau tidak sedap, kaleng gembung, penyok, bocor atau berkarat, produk lunak dan berwarna gelap.

Beli nugget pada supermarket/toko yang sistem penyimpanannya terkontrol pada suhu beku. Mengingat daya pembekuan freezer kulkas rumah tangga tidak sebaik freezer yang ada di industri, sebaiknya Anda tidak menyimpan nugget terlalu lama. Cara lain untuk menyiasatinya adalah membeli nugget sesuai keperluan (tidak dalam jumlah berlebihan).

Karena berasal dari daging, maka kandungan utama dari ketiga produk tersebut adalah protein. Khusus pada nugget, mengingat proses pembuatannya melibatkan proses penggorengan, maka kandungan lain yang cukup berarti adalah lemak.

Asam amino unggulan pada ketiga produk adalah lisin, yaitu suatu asam amino esensial yang kadarnya sangat rendah pada bahan pangan pokok, seperti beras, jagung, ubi, sagu, dan lain-lain. Oleh karena itu, mengonsumsi nasi dengan nugget, sosis, dan kornet sebagai lauknya, sangatlah bagus ditinjau dari segi gizi.

Cermat dan waspada sebelum memilih nugget, sosis, dan kornet, cobalah cermati kadar natrium yang cukup tinggi (antara lain akibat penggunaan garam dapur dan garam nitrit). Caranya, bacalah label pada kemasan dan bandingkan antar-berbagai merek. Pilihan sebaiknya jatuh pada yang kadar natriumnya paling redah.

Selain itu, waspadai juga kadar lemak dan kolesterolnya yang cukup tinggi. Penting diketahui, karena sebagian lemak tersebut berupa lemak jenuh, maka General Hospital Singapura menggolongkan sosis ke dalam makanan dengan kategori harus dikonsumsi secara hati-hati. Pertimbangannya, sosis mengandung kolesterol cukup tinggi (50-100 mg per 100 gram). Konsumsi kolesterol di atas 200 mg per hari dapat menimbulkan ancaman berbagai penyakit, seperti aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), stroke dan penyakit jantung koroner.

Jadi, nugget, sosis, dan kornet aman-aman saja kita konsumsi. Yang perlu diatur adalah frekuensi dan jumlah yang dimakan. Selain itu, jangan lupa imbangi dengan makan sayuran dan buah-buahan, yang sangat kaya vitamin, mineral, dan serat. Serat pangan (dietary fiber) sangat bermanfaat untuk membantu metabolisme lemak (termasuk kolesterol) agar kadarnya selalu terkendali dalam batas-batas kewajaran.

No comments: